Karo

it-information

OBJEK WISATA

Gunung Sibayak
Gunung Berapi Sibayak dalam keadaaan aktif berlokasi di atas ketinggian 2.172 m dari permukaan laut. Pendakiannya melewati hutan belantara tropis dan tebing yang penuh tantangan serta di puncak gunung terdapat hamparan dataran tempat berkemah. Dari puncak gunung terlihat kawah yang masih aktif mengeluarkan magma dan pemandangan yang indah dan menawan. Jarak dari Kota Berastagi ke tempat awal pendakian dari Desa Jaranguda 1,5 Km dari Desa Raja Berneh 15 Km. Lama pendakian diperkirakan lebih kurang 2 sampai dengan 3 jam.

Gunung Sinabung

Gunung Berapi Sinabung berlokasi di atas ketinggian 2.417 m dari permukaan laut. Pendakian melewati belantara tropis dan tebing yang penuh dengan tantangan, dan puncak gunung terdapat hamparan untuk berkemah. Dari puncak gunung terlihat kawah yang mengeluarkan magma serta pemandangan indah yang menawan. Jarak dari Kota Berastagi ke tempat awal pendakian Gunung Sinabung dari desa Sigarang-garang, Lau Kawar, Mardinding memakan waktu lebih kurang 4 jam.

Bukit Gundaling 

Bukit ini ditumbuhi oleh pohon kayu dan bunga-bungaan yang sudah dikenal sejak jaman penjajahan Belanda yang merupakan tempat rekreasi bagi remaja, keluarga, para Wisatawan Mancanegara dan Nusantara. Dari puncak bukit terlihat panorama Gunung Sibayak dan Gunung Sinabung, dan Kota Berastagi. Dari Berastagi ke Bukit Gundaling berjarak 2 Km dan untuk sampai kesana seseorang dapat menggunakan bus ukuran kecil dan besar.

Danau Toba 

Danau ini merupakan suatu keajaiban karena berlokasi di atas dataran tinggi lebih kurang 800 m dari permukaan laut yang merupakan asset nasional menduduki rangking ke 2 (dua) sebagai danau terbesar di dunia dan memiliki keindahan alam yang sulit mencari tandinganya. Danau tersebut dikelilingi oleh bukit yang ditumbuhi hutan pinus dan air berwarna biru. Dari Desa Tongging dapat dilakukan perjalanan danau ke Parapat. Jarak dari Kota Berastagi ke obyek wisata ini 40 Km dan dapat menggunakan kendaraan ukuran kecil dan besar.

Danau Lau Kawar 

Danau ini memiliki luas lebih kurang 200 Ha diapit oleh alam pegunungan yang ditumbuhi kayu–kayuan hutan tropis dan dipinggir danau terbentang lahan seluas 3 Ha sebagai lokasi tempat berkemah. Bagi wisatawan yang berjiwa petualangan, dari obyek ini dapat melakukan kegiatan panjat tebing dan sekaligus pendakian ke puncak Gunung Sinabung melewati hutan belantara. Jarak dari Kota Berastagi ke obyek wisata ini 27 Km dan dapat menggunakan kenderaan roda empat melewati beberapa desa dan lahan pertanian (Agro Wisata).

Air Panas Lau Debuk-Debuk 

Obyek wisata ini merupakan pemandian air panas yang mata airnya bersumber dari perut bumi, mengandung unsur belerang, dapat mengobati penyakit gatal–gatal dan biasa dibuat sebagai pengganti mandi sauna. Pada waktu–waktu tertentu ada kegiatan ritual seperti : Erpangir Ku Lau (mandi ritual) yang bertujuan membersihkan diri dari roh – roh jahat dan niat – niat yang tidak baik. Jarak dari Kota Berastagi ke obyek wisata ini 10 Km dan dapat menggunakan bus ukuran besar.

Air Panas Semangat Gunung

Obyek wisata ini sebagai tempat pemandian air panas alam yang telah dikelola secara profesional dalam bentuk kolam–kolam renang yang suhunya berbeda–beda sesuai dengan keinginan para wisatawan. Mata air ini bersumber dari perut bumi dan mengandung unsur belerang yang dapat mengobati penyakit gatal–gatal. Jarak dari kota Berastagi ke obyek wisata ini 13 Km dan dapat menggunakan bus ukuran kecil atau besar.

Taman Hutan Raya Bukit Barisan

Obyek wisata ini merupakan kawasan hutan seluas lebih kurang 7 Ha yang ditumbuhi berbagai jenis kayu–kayuan hutan tropis berusia diatas 60 tahun dan didalamnya berkembang berbagai species kupu–kupu langka. Di obyek wisata ini dipelihara gajah yang dapat dimanfaatkan sebagai transportasi wisatawan mengelilingi hutan. Jarak dari Kota Berastagi ke obyek wisata ini 5 Km.

Goa Liang Dahar

Gua Liang Dahar mempunyai 3 ruang besar dengan ukuran masing–masing 500 m², 400 m² dan 300 m², serta ruang ukuran kecil lainya. Di dalam gua terdapat mata air yang mengalir melalui terowongan kecil ke Desa Bekerah dan diatas dinding gua terdapat sarang burung layang–layang dan kalong. Jarak dari Kota Berastagi ke obyek wisata ini 40 Km, sampai ke Desa Lau Buluh dapat menggunakan kenderaan roda empat dan selanjutnya berjalan kaki lebih kurang 30 menit.

Kota Berastagi

Di sekeliling kota Berastagi dapat dilihat banyak daerah objek wisata yang memiliki daya tarik yang sangat kuat seperti Bukit gundaling, Kolam Renang, Kebun Bunga, Taman Hutan Raya Bukit Barisan, Deleng Kutu, Rumah Tradisional dan melakukan aktivitas para wisatawan seperti menunggang kuda, naik sado, bermain golf dan menyaksikan kegiatan kebudayaan yang diselenggarakan setiap hari Minggu.

Gunung Sipiso-Piso

Daerah wisata gunung Sipiso-piso dapat dipergunakan untuk olahraga air, lokasi untuk terjun payung, dimana lokasi start dimulai dari puncak gunung Sipiso-piso dan lokasi untuk mendarat berada pada pinggir Danau Toba – Tongging. Lokasi ini sudah lama dikenal sebagai lokasi olahraga air– paralayang. Lokasi ini berada 34 Km dari Berastagi. Pemandangan di lokasi ini sungguh menarik.

Para Layang

Gunung sipiso-piso adalah tempat ideal untuk paralayang ,mungkin merupakan salah satu tempat yang terbaik di Asia Tenggara karena memiliki cuaca yang baik. Sejauh ini hanya di pergunakan tahap percobaan dan belum di dukung oleh peralatan yang memadai. Sangat diharapkan ini akan segera terwujud. Pemeritah sedang mencari investor.

Arum Jeram

Arung jeram seharian dapat dilakukan di sungai “Lau Biang“. Perjalanan dimulai dari desa Bintang Meriah dan dalam waktu 8 jam tiba di desa Limang. Sungai mengalir melalui kebun-kebun penduduk dan bukan hutan rimba yang belum pernah di jamah. Seorang pelancong sering mengkombinasikan antara arung jeram dengan bersafari jeep akan berakhir di Barohok dekat Bukit Lawang selama 3 hari dan kembali. Perjalanan ini melalui bagian dari Taman Nasional Gunung Lauser.

Perjalanan

Ada beberapa hutan yang terdapat di sekitar Berastagi. Perjalanan antara Berastagi dan Bandar Baru melalui Gunung Barus selama 1,5 hari. Perjalanan ini mulai dari Desa Basam, 6 km dari Berastagi. Perjalanan antara Berastagi dan Bukit Lawang membutuhkan waktu selama 2 malam. Anda akan melihat Thomas si Monyet Daun, Orang Utan, burung-burung dan beberapa tempat menarik. Perjalanan ini mulai dari desa Rakyat. Rute lain perjalanan ini melalui Berastagi dan Ketambe Aceh tetapi membutuhkan waktu beberapa malam di hutan. Jika Anda hanya memiliki waktu yang pendek, cobalah untuk melakukan perjalan dari Berastagi ke Semangat Gunung (pemandian air panas). Perjalanan ini hanya membutuhkan waktu beberapa jam. Dimulai dari desa Lau Gumba.

Oukup

Oukup adalah sejenis mandi uap Tradisional Karo. Campuran rempah-rempah termasuk kulit jeruk yang direbus. Secara tradisional seseorang akan membungkus dirinya dengan selimut dan meletakkan tempat dengan air panas yang menguap dibawahnya. Saat ini proses tersebut telah di moderenisasi dan orang yang mandi duduk dalam sebuah bilik kecil dan uap di masukkan melalui pipa. Bentuk modern ini telah menjadi populer dalam beberapa tahun ini, khususnya di Medan. Dimana ratusan tempat oukup dibuka. Mandi uap cocok untuk membasmi flu, sakit kepala dan masalah tidur.

Desa Budaya Lingga

Di desa ini terdapat bangunan rumah Tradisional Karo berusia 250 tahun yang dikenal dengan nama Rumah Siwaluh Jabu dihuni oleh 8 kepala keluarga yang hidup berdampingan dalam keadaan damai dan tenteram. Bahan bangunan rumah tradisionil ini dari kayu bulat, papan, bambu dan beratap ijuk tanpa menggunakan paku yang dikerjakan tenaga arsitektur masa lalu. Jarak dari Kota Berastagi ke obyek wisata ini 15 Km yang dapat menggunakan kenderaan umum dan juga kendaraan (bus) wisata.

Tongging

Tongging adalah tempat yang nyaman untuk santai dan juga merupakan tempat yang menarik untuk dikunjungi. Terletak di sebelah ujung utara Danau Toba dengan pemandangan yang sangat indah. Jalan yang curam dan berliku-liku dari Merek. Dari sebelah kanan jalan ini, kita dapat melihat keindahan air terjun Sipiso-piso.Tongging berada di tengah-tengah daerah yang didiami tiga suku Batak Toba, Pakpak dan Karo yang bercampur baur dan menggunakan bahasa lokal dengan menggunakan bahasa dari ketiga suku tersebut.

Air Terjun Sipiso-piso

Air terjun ini mempunyai ketinggian jatuh 120 m dan dilatarbelakangi panorama indah Danau Toba, bukit-bukit, bentangan pulau Samosir berwarna biru, pematang sawah dan ladang. Jarak dari kota Berastagi ke obyek wisata ini 35 Km dan dapat menggunakan bus ukuran kecil dan besar.

Air Terjun Sikulikap

Air Terjun ini mempunyai ketinggian jatuh 30 m dan jarak dari monumen Berastagi ke obyek wisata ini lebih kurang 11 Km. Dikelilingi hutan tropis tempat Gibon bergantungan yang kadangkala berteriak bersahut-sahutan dan di sekitar lokasi ini terdapat bajing, burung gagak, phyton dan kupu-kupu berwarna-warni. Disepanjang jalan objek wisata ini dapat dinikmati jagung bakar dan rebus. Untuk sampai ketempat ini dapat menggunakan bus besar atau kecil menuju Medan atau Berastagi dan menuruni tangga dari jalan pada perbatasan Karo-Deli Serdang.

Penatapan Doulu

Penatapan Doulu ini terletak tidak jauh dari kota Berastagi. Dari tempat ini kita bisa melihat pemandangan kota Bandar Baru dan Medan yang indah di malam hari sambil menikmati jagung bakar dan rebus. Kita juga dapat melihat monyet di sekitar tempat ini. Untuk sampai ke tempat ini dapat menggunakan kenderaan roda dua dan empat.

Agrowisata

Selain objek-objek wisata diatas di Kabupaten Karo juga terdapat agrowisata berupa kebun buah-buahan, sayur-sayuran dan bunga-bungaan dan juga perkebunan-perkebunan rakyat yang dapat dijangkau dari kota kabupaten maupun kecamatan seperti yang yang terlihat pada tabel berikut:

No.  Jenis Tanaman Tempat (Location) Jarak dari kota Berastagi 
(Kinds of Crops) (Distance from Berastagi)
1.  Panili (Vanilla) Desa Batu Karang 25 Km
Desa Rimo Kayu 23 Km
2.  Cengkeh (Clove) Desa Tigapanah 15 Km
3.  Kayu Manis (Cinnamon) Desa Tigapanah 15 Km 
4.  Jeruk (Orange) Desa Bukit 8 Km
Desa Surbakti 8 Km
Desa Basam 7 Km
Desa Tanjung Barus 10 Km
Desa Rimo Kayu 23 Km
5.  Tembakau (Tobbaco) Desa Tigapanah 15 Km
6.  Markisah (Marquise) Desa Bunuraya 14 Km
Desa Dolat Rayat 4 Km
7.  Kelapa (Coconut) Desa Lau Baleng 90 Km
Desa Mardingding 100 Km
Desa Dolat Rayat 4 Km
8.  Kemiri Desa Lau Baleng 90 Km
Desa Mardingding 100 Km
9.  Nenas (Pineapple) Desa Garingging 31 Km
Desa Mardingding 100 Km
10.  Bunga (Flower) Desa Tongkoh 4 Km
Desa Mardingding 9 Km
Desa Seberaya 100 Km
Desa Dolat Rayat 4 Km
11.  Asparagus Desa Tongkoh 4 Km
Kecamatan Tigapanah 15 Km
12.  Nira (Gula aren)/Palm Kecamatan Tigabinanga 47 Km
Kecamatan Juhar 57 Km
Desa Dolat Rayat 4 Km
13.  Kebun Kol (Cabbage) Kecamatan Berastagi 1 Km
Kecamatan Simpang Empat 7 Km
Kecamatan Tigapanah 15 Km
14.  Pembibitan Hortikultura Desa Kutagadung 3 Km
(Horticulture Seeding)
15.  Padi (Sawah) (paddy) Desa Munte sekitarnya 40 Km
16.  Jagung (Maize) Kecamatan Tigabinanga 47 Km
Desa Mardingding 100 Km

 

UPACARA TRADISIONAL KARO

Erpangir Kulau

Erpangir kulau adalah upacara mandi untuk mengusir roh jahat atau menyucikan diri dari pengaruh roh jahat, memberi sesajian kepada yang kuasa supaya diberikan rejeki. Upacara ini masih dapat ditemukan dibeberapa tempat. Sering juga dilakukan dalam upacara perkawinan, membuat nama anak dan menolak penyakit yang dibuat oleh roh-roh jahat. 

Upacara Perumah Begu 

Upacara perumah begu masih tetap ada diantara penganut animisme. Dalam upacara perumah begu ini seorang dukun dapat berkomunikasi dengan roh-roh para leluhur dengan mengijinkan roh-roh itu masuk ke dalam tubuhnya. Dengan cara ini kita dapat mengetahui tentang hal-hal yang akan datang dan masa lalu para leluhur dapat disingkap.

Erdemu Bayu

Upacara lain yang dapat dilihat di Karo adalah erdemu bayu yaitu pesta perkawinan, suatu pesta upacara yang melibatkan banyak orang, baik dari pihak pengantin pria, pihak pengantin wanita, kalimbubu, anak beru dan sembuyak. Di dalam perkawinan karo pihak wanita masuk ke dalam  pihak pria dan pihak pria harus membayar tukur (mas kawin) kepada kalimbubu.

Mengket Rumah dan Cawir Metua

Mengket rumah adalah upacara memasuki rumah baru dan cawir metua adalah upacara untuk orang yang meninggal pada usia tua (seluruh anak sudah menikah)

Ngampeken Tulan-Tulan

Ngampeken tulan-tulan adalah upacara untuk mengambil tulang tengkorak dan kerangka para leluhur untuk ditempatkan pada kuburan rumah atau kuburan yang lebih baik. Ini adalah cara untuk menaikkan status para leluhur (yang diangkat tulang bangkainya).

TARI-TARIAN TRADISIONAL KARO

Tari Ndurung 

Zaman dahulu kala, di dataran tinggi Karo Prop. Sumut. tinggalah seorang raja dengan istrinya  beserta putri mereka yang sangat cantik. Pada suatu  hari, putri raja sakit. Maka ratu menanyakan putrinya apa yang diinginkannya supaya dia cepat sembuh, kemudian putri raja tersebut mengatakan bahwa dia menginginkan seekor ikan dari perkebunan padi dan buah palma. Setelah itu raja memerintahkan rakyat  supaya mencari apa yang diinginkan putrinya. Tarian ini menggambarkan bagaimana masyarakat Karo melakukan kegiatan mereka sehari-hari seperti bekerja di perkebunan padi, di lapangan dan mengambil buah palma dari hutan.

Tari Ndikkar 

Ndikkar adalah bentuk pertahanan diri tradisional Karo atau Pencak Silat yang tumbuh dan berkembang bersama-sama dengan kebudayaan masyarakat Karo. Ndikkar memiliki ciri-ciri : gerakan yang sangat lambat dan lembut tetapi di saat-saat tertentu gerakan tarian ini akan terlihat keras dan cepat. Khususnya masyarakat Karo, mereka mempelajari Pencak Silat hanya untuk pertahanan diri sendiri, tetapi sekarang tarian Ndikkar sebagian besar telah menjadi tarian kebudayaan.

Tari Baka 

Zaman dahulu kala, masyarakat di dataran tinggi Karo masih mengandalkan orang pintar atau paranormal. Hampir semua masalah yang ada disampaikan  kepada orang pintar atau paranormal. Khususnya untuk masalah penyakit, masyarakat akan membawanya kepada orang pintar untuk disembuhkan. Dalam proses penyembuhannya orang pintar atau paranormal menggunakan sebuah keranjang dan mangkok khusus untuk tempat ramuan-ramuan obat. Oleh karena itu tarian ini menggambarkan bagaimana orang pintar atau paranormal tersebut menyembuhkan orang yang sakit.

Tari Tongkat 

Beberapa tahun yang lalu masyarakat Karo masih mempercayai adanya kekuatan gaib dan roh halus. Dalam beberapa kegiatan kebudayaan, manusia yang memiliki ilmu gaib masih berperan penting untuk berhubungan dengan roh-roh halus. Tari Tongkat ini menggambarkan bagaimana manusia yang memiliki ilmu gaib ini mengusir roh-roh jahat yang masuk ke suatu tempat di pedesaan. Manusia tersebut menggunakan sebuah tongkat khusus yang disebut tongkat malaikat dan tongkat panaluan.
 

PENINGGALAN SEJARAH

Meriam Putri Hijau

Bukti peninggalan sejarah Puntungan Meriam Putri Hijau dapat kita temui di Desa Sukanalu dan Seberaya yang hingga sekarang masih dianggap oleh masyarakat mempunyai magic dan setiap tahun dibersihkan serta sesajen (upah) atau cibal-cibalen oleh masyarakat setempat. Jarak dari kota Berastagi ke Desa Sukanalu 23 Km dan ke Seberaya 7 Km. Untuk mengunjungi objek wisata ini dapat menggunakan kendaraan ukuran besar dan transportasi bus umum.

Legenda GURDA-GURDI 

Gundala-gundala memiliki arti sebuah tarian topeng. Zaman dahulu kala di sebuah daerah di Tanah Karo, tinggallah seorang raja dan seorang putrinya yang menikah dengan panglima tertinggi kerajaan. Suatu waktu keluarga kerajaan membuat jalan setapak menuju hutan, dan ketika mereka sedang berada di hutan, mereka bertemu dengan seekor burung yang sangat besar yang disebut GURDA-GURDI.

Burung GURDA-GURDI berasal dari serangga. Setelah melihat seorang gadis cantik, GURDA-GURDI ingin menjadikannya sebagai istrinya, tetapi karena gadis itu telah menikah suaminya dan raja sangat marah… kemudian merekapun berperang di tengah hutan. Akhinya pasukan raja dapat mengalahkan GURDA-GURDI.

Atraksi ini biasanya dipertunjukkan masyarakat Karo pada upacara ritual untuk menyuruh agar hujan turun. Tetapi untuk saat ini atraksi ini normalnya dibuat untuk menyambut tamu khusus dan kegiatan lainnya.

Pura di Bintang Meriah

Pada zaman dulu, Hindu adalah agama yang umum di Tanah Karo tetapi pada saat ini agama Hindu ini sudah hampir punah. Perkampungan kecil Bintang Meriah memiliki penganut agama Hindu 10 keluarga dari 300 keluarga. Lima belas tahun yang lalu masih banyak terdapat penganut Hindu ditempat ini dan orang-orang Bali membangun sebuah candi untuk mereka. Saat sekarang ini tidak ada lagi yang menggunakan candi tersebut dan sudah diganti dengan tumbuh-tumbuhan.

Candi ini terletak disamping jalan ke perkampungan Bintang Meriah hanya satu kilometer dari Selatan Tanjung Pulo – Perbesi. Tanjung Pulo terletak 8 Km sebelah Timur Tiganderket. Tanjung Pulo memiliki pasar buah pada sore hari yang buka 5 kali seminggu. Tomat, Cabe, bawang putih, jeruk dan jagung  diperdagangkan di pasar ini.
 

4 Responses so far »

  1. 1

    dv sofia tarigan said,

    mejuah-juah…

    mari kita lestarikan budaya karo..

    dan jangan lupa untuk membangun tanah karo simalem

    GBU

  2. 2

    desy natalia pinem said,

    makasih bnyk atas infrmasi mengenai kebudayan karo yang di publikasikan ini. mudah2 an membawa dampak positif nantinya. bujur

  3. 3

    Informasinya sangat informatif, kalau boleh setiap objek wisata ditambahkan gambar.

  4. 4

    franta munthe said,

    Mejuah-juah,
    Informasindu mbelinkal guna man banta kerina, terlebih guna meningkatken Rasa Cinta Karo dingen peturah ate tedeh nandangi kuta kemulihenta. Mari dage silestariken adat, budaya ras alam Taneh Karo Simalem dingen Tuhan simasu-masu kita kerina.
    Bujur.


Comment RSS

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: