Langkat

it-information

OBJEK WISATA

Arung Jeram Sei Wampu

Arung jeram merupakan salah satu paket wisata petualang, atau dapat juga dikatakan sebagai wisata minat khusus. Sei Wampu adalah salah satu objek wisata tempat diadakannya kegiatan Arung Jeram dan berlokasi di Kecamatan Salapian, tepatnya di Desa marike sekitar 79 KM dari Medan.

Aktivitas arung jeram di Sei Wampu sudah lama dikenal oleh wisatawan mancanegara, belakangan ini Sei Wampu mulai ramai dikunjungi wisatawan domestic maupun mancanegara. Tamu-tamu wisatawan mancanegara sering dibawa untuk berarung jeram dilokasi ini. Itulah sebabnya wisata arung jeram di Sei Wampu dari tahun ke tahun terus berkembang, baik dari potensi segmen, potensi pasar serta bervariasinya rute pengarungan yang ditawarkan dalam bentuk paket, sehingga wisatawan dapat menetukan pilihan sesuai dengan minat dan motivasi, ketersediaan waktu dan tingkat belanja yang diinginkan

Paket Petualangan

Yaitu pengarungan dari Rih Tengah hingga Bahorok yang membutuhkan waktu 2 (dua) hari pengarungan. Tingkat kesulitan sungai yang dilalui berkisar antara tingkat III dan IV dengan pemandangan sisi sungai cukup indah.

Paket Alam

Membutuhkan 2 (dua) hari perjalanan dengan start di Muara Lau Tebah, tingkat kesulitan sungai tidak terlalu tinggi dan lama pengarungan sekitar 5 (lima) s/d 6 (enam) jam hingga jembatan Bahorok.

Paket Rekreasi / Keluarga

Paket yang diperuntukkan bagi pemula ini dapat diikuti oleh pemula yang berusia 10-65 tahun. Tingkat kesulitan sungai sekitar tingkat II dan III dan cukup aman untuk kegiatan wisata dan rekreasi apalagi disiagakan Tim SAR di tempat yang rawan.

Kampung Bali

Pulau Bali merupakan pulau wisata yang sudah sangat terkenal di mancanegara. Begitu terkenalnya bali sebagai daerah tujuan wisata, bahkan ada orang dari mancanegara yang lebih mengenal Bali dari pada Indonesia. Ketika keinginan untuk mengunjungi Bali muncul di hati, anda tidak perlu harus pergi kesana, karena di Kecamatan Wampu Kabupaten Langkat anda dapat menikmati peri kehidupan masyarakat Bali dengan segala daya tarik dan keunikannya yang tersendiri.

Masjid Azizi

Salah satu mesjid bersejarah dengan arsitektur yang begitu indah dan megah di Sumatera Utara adalah Mesjid Azizi yang terletak di Kota Tanjung Pura. Mesjid yang dibangun oleh Sultan Abdul Aziz, Sultan Langkat pada masa itu, berdiri pada tahun 1902 dengan luas areal +- 24.000 m2.

Mesjid dengan arsitektur yang indah dan anggun ini dipercantik dengan pasangan mozaik-mozaik Persia. Mesjid yang berada di pinggir jalan jurusan Medan Banda Aceh ini setiap harinya banyak disinggahi orang untuk sholat, bahkan tak jarang mereka mengambil kesempatan untuk berziarah ke makam Tengku Amir Hamzah yang dikenal sebagai raja Pujangga Baru dunia Sastra Indonesia. Makamnya terletak persis di sisi kiri Mesjid ini.

Untuk mengembalikan kemegahan dan kemasyuran mesjid ini, Pemerintah kabupaten Langkat melaksanakan Festifal Azizi setiap tahunnya. Kegiatan ini sudah merupakan kalender / event Kantor Kebudayaan dan Pariwisata kabupaten Langkat. Berbagai kegiatan seperti Bazaar/ Pameran dan Perlombaan Seni Budaya Islami digelar diseputar lokasi Mesjid. Kegiatan ini setiap tahunnya dilakukan bersamaan waktunya dengan acara Haul Tual Guru Besilam. Beberapa Pemerintah Kabupaten / Kota juga berpartisipasi pada festival ini.

Pantai Kuala Serapuh

Pantai Kuala Serapuh terletak di Kecamatan Tanjung Pura, juga berada di pesisir Perairan Malaka. Objek wisata ini memiliki pesona alam yang indah dengan pantai pasir putih yang landai yang luasnya +-6 Hektar. Latar belakang pantai yang ditumbuhi hutan cemara yang hijau merupakan habitat berbagai jenis burung, kera dan monyet. Beberapa kegiatan yang dapat dikembangkan dan dilakukan di pantai ini antara lain : Volly Pantai, memancing, camping, atau kegiatan lomba laying-layang. Ada beberapa fasilitas seperti home stay (rumah tumpangan) maupun sajian makanan ringan khas melayu.

Untuk menuku lokasi ini kita memulainya dari pelabuhan boat di Tanjung Pura. Waktu tempuh menuju lokasi ini +- sekitar 40 Menit menelusuri Sungai Batang Serangan.

Pemandian Pangkal Namo Sira – Sira

Pemandian Alam Pangkalan Namu Sira Sira terletak di Desa Blinteng dan Durian Lingga. Objek pemandian alam ini merupakan sungai yang jernih dengan air yang begitu sejuk dan menyegarkan. Objek ini berada dalam kawasan proyek bendungan irigasi Namu Sira Sira, Kecamatan Sungai Bingai dengan jarak tempuh sekitar 18 Km dari Binjai. Kita dapat berkunjung ke tempat ini dengan menggunakan kendaraan roda empat dan waktu tempuh sekitar +- 30 menit.

Pemandian ini sebenarnya merupakan proyek bendungan irigasi untuk mengairi persawahan petani. Tetapi karena yang disekitarnya cukup indah, pada hari libur sekolah tempat ini menjadi salah satu alternative kunjungan wisata.

Pemandian Pantai Biru

Objek wisata ini terletak di Desa Pamah Tambunan sekitar 8 Km dari ibukota Kecamatan Salapian atau 50 km dari kota Binjai. Tempat rekreasi ini disebut dengan Pemandian Pantai Biru karena aliran sungai yang jernih dan sejuk serta berwarna kebiru-biruan yang membuat bebatuan yang ada di dasar sungai tampak jelas.

Pemandian alam sungai ini ramai dikunjungi terutama saat libur sekolah sebagai tempat rekreasi dengan hawa pegunungan. Lokasi ini juga cocok untuk dijadikan tempat berkemah khususnya bagi para remaja.

Selain kesejukan airnya, disekitar pemandian ala mini terdapat sebuah gua yang oleh masyarakat setempat disebut dengan gua “alam liang”. Gua ini sering dimasuki oleh para pengunjung karena tidak berbahaya dan juga dijadikan sebagai tempat berteduh di waktu hujan.

Pemandangan disekitar objek wisata ini masih alami, dimana kita juga bisa melihat sarang lebah bergantungan ditebing sungai yang diakui oleh masyarakat setempat tidak pernah kosong sejak 50 tahun yang lau, bahkan disaat banyak bisa mencapai lebih dari 10 sarang lebah.

Keindahan dan kesejukan air sungai Piang, Pemandian Pantai Biru merupakan daya tarik utama objek wisata ini. Ditambah pula dengan adanya hiburan band atau keyboard pada saat hari libur dan hari besar, yang membuat pengunjungnya bertambah banyak.

Air Terjun Lau Berte

Lokasi Air Terjun ini terletak di Sungai Bingai. Sekitar 10 Km di sebelah utara Pekan Namu Ukur atau sekitar 28 Km dari kota Binjai. Selain menikmati indahnya air terjun, pengunjungnya dapat menikmati panorama yang cukup indah. Pada hari-hari libur banyak pengunjung yang dating ke tempat ini untuk menikmati keindahan alam sekaligus menikmati jernih dan sejuknya air sungai.

Lokasi inipun sangat layak untuk kegiatan kemping atau perkemahan dan tracking atau jelajah hutan. Air terjun dengan ketinggian 40 m ini sesungguhnya dapat juga dikembangkan sebagai pembangkit tenaga listrik.

Pantai Berawe

Pantai Berawe terletak di Pulau Kampai Kecamatan Pangkalan Susu. Hamparan pasir putih yang menghadap ke Selat malaka ini cukup indah dan nyaman untuk kegiatan wisata bahari. Jilatan ombak laut yang seperti tak pernah letih menggapai bibir pantai disertai desauan semilir angin membuat suasana pantai ini begitu memukau dan mempesona.

Objek wisata ini berjarak +- 96 Km dari Medan atau sekitar 53 Km dari Stabat ibukota Kabupaten Langkat. Pengujung dapat melalui perjalanan dengan menggunakan bus umum jurusan Medan – Pangkalan Susu dari terminal Pinang Baris, mereka dapat melanjutkan perjalanan dengan menyewa boat menuju pantai tersebut.

Waktu tempuh dari pelabuhan Pangkalan Susu menuju lokasi +- 45 menit. Selanjutnya anda dapat menikmati keindahan pantai ini sepuasnya.

Diasmping Pantai Berawe pulau ini dikenal sebagai penghasil terasi (belacan) berkualitas tinggi yang sangat terkenal di Sumatera Utara. Terasi (belacan) ini merupakan produk industry rumah tangga (home Industry) masyarakat setempat.
Para pengunjung pulau Kampai juga tidak akan pulang dengan tangan kosong. Mereka dapat membeli souvenir berupa barang kerajinan tangan yang terbuat dari kerang laut.

Gua dan Air Terjun Marike

Gua dan air Terjun Marike ini terletak sekitar 3 km sebelah timur Pekan Marike Kecamatan Salapian. Dan dari kota Medan berjarak sekitar 74 km dan dari ibukota Binjai sekitar 52 km dengan lama perjalanan 2 jam dari Medan dan 1 jam dari Binjai.

Daerah ini masih alami dengan beberapa gua disekitarnya dan air terjun dengan ketinggian 12 m. salah satu gua yang ada di lokasi ini memiliki panjang 60 m yang tembus kemulut gua yang lain dan merupakan jalan pintas. Keadaan gua itu sangat gelap. Sehingga untuk melaluinya harus menggunakan alat penerang atau senter.
Lokasi ini sangat sesuai untuk dijadikan tempat perkemahan.

Sekarang ini gua dan air terjun Marike mulai ramai dikunjungi oleh pengunjung terutama orang-orang yang berasal dari daerah sekitar Kabupaten langkat.
Untuk lebih menarik wisatawan dan meningkatkan minat kunjung wisatawan ketempat ini, Pemerintah kabupaten Langkat telah mulai menata dan membenahi daerah wisata ini.

Eko Wisata Tangkahan

Kawasan Ekowisata Tangkahan berada di Kecamatan Batang Seranagn. Hamparan hutan rimba yang menyelimuti Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) yang menyimpan ribuan macam Flora serta berbagai jenis Fauna seperti Orang Utan, Harimau Sumatera, Kedih, gajah dan beberapa jenis burung langka yang dilindungi seperti Kuaw, Merak dan Enggang, menjadikan alam tangkahan begitu memukau dan mempesona. Terdapat juga fauna langka yang tetap dilestarikan seperti bunga bangkai raflesia yang mengundang wisatawan untuk mengunjungi tempat ini.

Air sungai Batang Serangan yang banyak dihuni jenis-jenis ikan tawar seperti jurung, sibarau, can-can dan lain-lain sangat menjanjikan sebagai tempat rekreasi memancing. Dilokasi ini juga telah tersedia 3 buah Cottage atau pondok wisata yang dibangun di kesunyian rimba kawasan ini. Bagi mereka yang berjiwa petualangan, objek ini sangat menantang untuk melakukan aktifitas tracking, Tubbing, camping atau ingin menikmati perjalanan di seputar kawasan dengan menunggang gajah.

Di tempat ini juga kita dapat menjumpai dan menikmati air panas, air terjun serta gua-gua yang begitu fantastis.

Ekowisata Tangkahan ini dapat dicapai dengan menggunakan kendaraan roda empat dan roda dua. Lokasi yang berjarak sekitar 90 km dari kota Binjai memakan waktu tempuh sekitar 3 jam. Kawasan ini selalu menjadi tempat dilakukannya berbagai kegiatan-kegiatan seminar oleh beberapa LSM yang sangat peduli terhadap pelestarian lingkungan.

Itulah sebabnya upaya yang dilakukan masyarakat melalui Lembaga pariwisata Tangkahan, Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) serta LSM Peduli Lingkungan telah menghasilkan penghargaan konservasi alam tingkat Nasional pada tahun 2006.

Babussalam

Babussalam menurut bahasa Arab artinya adalah “Pintu Kesejahteraan”. Babussalam merupakan sebuah lokasi wisata religious dan bangunannya dapat disebut sebagai cagar budaya. Pusat pengajian Tariqat Naqsyabandi ini dibangun pada tahun 1876 oleh Allah Yarham Tuan Syekh Abdul Wahab Rokan yang lebih popular disebut Tuan Guru Besilam. Tuan Syekh yang pertama ini lahir pada tanggal 28 September 1830 M, di Danau Randa Rantau Pinuang Sakti Negeri Tinggi Bengkalis. Beliau meninggal 28 November 1886. Jasad dan anggota keluarganya disemayamkan di sebuah bangunan yang arsitekturnya menyerupai mesjid yang terletak di samping Mesjid Babussalam.

Babussalam ini ramai dikunjungi oleh jemaah terutama pengikut tariqat Naqsyabandi baik dari dalam negeri maupun mancanegara seperti dari Negara tetangga Malaysia, Singapura, Brunai Darussalam, Thailand dan Philipina. Puncak kunjungan peziarah yang paling padat adalah pada saat diperingatinya hari wafatnya beliau yang lazim disebut Haul Tuan Guru Besilam. Tak kurang 5000 – 7000 orang tumpah ruah ketika puncak peringatan itu dilaksanakan.

Pemandian Tanjung Kerang

Pantai ini terletak sekitar 2 km kea rah kanan jalan raya Pangkalan Susu. Pantai ini sangat indah dengan pasir yang putih dan bersih.
Lokasi objek wisata ini berjarak sekitar 5 km dari Pangkalan Susu dan sekitar 80 km dari kota Binjai. Sedangkan dari kota Medan, lokasi ini berjarak 102 km dengan lama perjalanan sekitar 2,5 – 3 jam.

Daerah ini pada mulanya dirintis oleh pihak Pertamina Unit Lapangan Pangkalan Susu. Oleh karena itu sampai saat ini jalan menuju ke objek wisata pemandian Tanjung Kerang ini tetap terpelihara dengan areal pantai yang bersih dan indah.

Saat ini pemandian Tanjung Kerang ini ramai dikunjungi wisatawan pada hari libur. Adapun akomodasi wisatawan yang tersedia di tini adalah warung – warung yang menjajakan makanan dan minuman.

Museum Daerah Kabupaten Langkat

Museum daerah Kabupaten Langkat terletak di kota Tanjung Pura. Keberadaan Museum Daerah ini dirintis pada tahun 2003 dengan memanfaatkan gedung bekasnKerajaan Sultan Langkatyang didirikan pada tahun 1905.

Museum ini terletak di Jl. T. Amir Hamzah dan tidak seberapa jauh dari Mesjid Azizi Tanjung Pura. Keberadaan museu yang baru berumumr 4 tahun ini dalam kiprahnya terus berusaha untuk melengkapi benda-benda khasanah peninggalan sejarah dan juga benda-benda budaya dari beberapa etnis yang ada di Kabupaten Langkat seperti Melayu, Karo dan JAwa. Dengan luas gedung sekitar 1500 m, Museum ini berusaha enghimpun, menyimpan, merawat dan memperkenalkan aneka ragam benda/barang yang dipajang pada tujuh ruangan sebagai berikut:

  • Ruang/galeri T. Amir Hamzah, yang berisi benda/barang milik pribadi T. Amir Hamzah;
  • Ruang/galeri Melayu, berisikan khasanah berbagai peralatan rumah tangga, alat musik, busana, alat permainan tradisonal dan lain-lain;
  • Ruang/galeri Jawa yang berisikan persalatan buda dan miniatur rumah daerah Jawa;
  • Ruang/galeri Budaya Karo, yang memuat peralatan Budaya Karo dan juga miniatur rumah adat Karo;
  • Ruang/galeri Perjuangan, berisi peralatan perjuangan pada masa sebelum kemerdekaan;
  • Ruang/galeri Islam/Tuan Guru Besilam, diisi dengan benda-benda peninggalan Tuan
  • Ruang/galeri Kabupaten Langkat yang berisi miniatur Mesjid Azizi, miniatur Rumah T. Amir Hamzah, Replika Singgasana Sultan Langkat. Pada dinding-dinding dipajangkan pula foto-foto mantan pemimpin-pemimpin kabupaten Langkat seperti foto-foto para Bupati, Ketua DPRD Kabupaten LAngkat dan lain-lain.

Dalam kiprahnya Museum Daerah ini akan terus berusaha untuk menambah koleksi benda-benda/barang sehingga dapat lebih menggambarkan keberagamannya terutama sekali dalam rangka meningkatkan apresiasi masyarakat untuk mencintai sebuah Museum sebagai sarana pembelajaran sejarah suatu generasi.

Bukit Lawang

Di Kabupaten Langkat tepatnyadi Kecamtan Bahorok, kita mengenal objek wisata Bukit Lawang. Bukit Lawang merupakan kawasan wisata yang mngedeankan keindahan alam; rimba belantara, Taman Nasional Gunung Leuser, lika-liku sungai bahorok yang berair jernih dan sejuk dihiasi air terjun kecil membuat suasana kawasan ini begitu nyaman. Daya tarik ini dilengkapi pula dengan adanya Pusat rehabilitasi Orang Utan yang merupakan program kerja sebuah badan dunia World Wide Life Fund (WWF).

Dilokasi ini kita dapat menyaksikan bagaimana para petugas merehabilitasi perikehidupan orang utan yang elama ini tak mengenal alam terbuka sebagai habitat kehidupammya. Pemeriksaan secara teratur dan upaya mengenal kembali hutan sebagai menarik minat turis mancanegara.

Kawasan Bukti Lawang yang memadukan aneka keindahan alam seerti hutan, sungai, air terjun dan beberapa gua merupakan daya pikat untu melakukan aktifitas; treaking, rafting, tubbing, cross country dan berkemah atau camping. Disamping itu beberapa fasilitas berupa cottage (pondok wisata), restaurant, gerai souvenir, money changer, kios telepon umum dan camping ground semakin melengkapi kebutuhan kunjungan anda.

Datang dan nikmatilah Bukit Lawang dengan segala keindahan dan keunikannya.

Pantai Sikundur Indah

Kawasan Pantai Sikundur Indah merupakan objek wisata alam yang berlokasi di sepanjang Sungai Sikundur Desa Mas Kecamatan Besitang, sekitar 107 km dari kota Medan atau 85 km dari Kota Binjai.

Lokasi objek wisata ini berdekatan dengan Pusat Pelatihan Gajah Aras Napal dan Istana Batu serta gua Batu yang sekitar abad 21 menjadi Pusat Kerjaan Melayu (Raja Aru).

Air sungai yang jernih merupakan ciri khas tempat ini, ditambah dengan pemandangan yang indah dengan hutan yangmasih asli. Menjelajahi sungai dengan menggunakan perahu merupakan kegiatan yang paling banyak dilakukan para wisatawan yang datang ketepat ini. Pemandangan hutan yang berada di sisi kira dan kanan sungai ini benar-benar menggambarkan bahwa hutan tersebut masih belum tersentuh. Pohon-pohon dengan berbagai jenisnya, kicauan burung dan udara yang segar merupakan bagian yang tak terlupakan dari tempat ini.

Selain menyelusuri sungai, menjelajahi hutan juga merupakan kegiataan yang tidak kalah menari. Berjalan kai sambil menikmati suasana hutan yang tenang adalah suatu petualangan yan mengasyikkan. Wisatawan dapat melihat berbagai jenis pohon serta hewan yang hidup disana ditambah dengan kicauan burung yang dapat mendatangkan suasana damai.

Pengunjung yang suka memancing dapat juga menyalurkan hobinya ditempat ni. Dan yang tidak bisa dilewatkan adalah mandi-mandi disungai sambil bersantai melepaskan segala kepenatan.

Gua Batu Rizal

Lokasi gua ini terdapat di sepanjang lereng Bukit Barisan Hulu Kecamatan Bahorok. Daerah ini masih alami dan belum ada terjadi perambahan hutan pengolahan. Untuk mencapai lokasi ini, pengunjung harus berjalan kaki melalui jalan setapak yang terdapat di tepi lereng bukit.
Disekitar lokasi gua ini udara sangat sejuk dan segar. Di dalam gua banyak terdapat kotoran burung yang dapat digunakan sebagai pupuk kompos.

Tempat ini sangat cocok untuk kegiatan pengembaraan dan perkemahan. Sementara itu, gua ini ramai dikunjungi oleh wisatawan mancanegara, sedangkan wisatawan domestic masih sedikit yang berminat untuk melihat gua ini.

Tempat ini berjarak sekitar 86 km dari Binjai. Lama perjalanan lebih kurang 3 jam dari Binjai.

6 thoughts on “Langkat

  1. hii… saya butuh profil mengenai organisasi dan serba_serbi yg berhub dgn tangkahan.
    bs krm informasi mgenai thu?”…
    thx….

  2. Sangat di sayangkan objek wisata yg dipaparkan tersebut sebagaian besar belum didukung dengan infrastruktur yg baik,jalan-jalan yg menuju objek wisata tersebut banyak yg tidak layak untuk mendukung pariwisata di objewk2 tsb,dari ibu kota bohorok menuju bukit lawang memang telah ada perbaikan jalan (jalan sudah mulus) tetapi kalau dari bohork ke arah medan (bohorok salapian kondisi jalan masih belum layak,demikian pula menuju Gua air terjun Marike,Museum daerah langkat yg ada di Tg Pura (semasa kecil saya dulu namanya Gdg.Bina Pancaslila) tidak terawat dan lebih banyak tutupnya,apalagi kalu kita menuju ke Tangkahan kondisi jalan sangat tidak layak padahal belakangan ini banyak turis mancanegara yg mengunjungi objek wisata ekosistem tangkahan,bagaimana mungkin kita mengharapkan objek objek wisata langkat dikunjungi turis lokal maupun turis mancanegara jika sarana dan prasarana tidak mendukung serta keinginan yg tulus dari pembuat kebijakan untuk memajukan pariwisata langkat sangat dibutuhkan dan saya sangat jarang sekali mendengar kegiatan dari aparat pemerintahan yg menangani pariwisata langkat.

  3. hei…

    by mau tau tempat wisata di daerah kuala donk ada ga’???

    plis di bls ya!!!!!!!!!!!!!!!

    ths.

  4. apakah kondisi perjalan menuju air terjun lau berte tidak berbahaya bagi siswa sekolah dasar? mohon dijelaskan mengenai akses keterjangkauan menuju lokasi tersebut. terimakasih.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s